Penembus Malam

Penembus Malam

“Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.” (TQS. Al-An’am: 97)


Oleh. Juan Akmal Nasution
(Kontributor NarasiPost.Com)

NarasiPost.com-Dari semua waktu yang telah datang, hanya malam yang tidak berterus terang. Gelapnya gulita mulai menyelimuti. Seolah-olah merahasiakan sesuatu yang tertutupi. Ramai menjadi sepi beriringan dengan hangat yang perlahan menjadi dingin. Memaksa diri dengan hati yang masih menyisakan sebuah rindu bertabur tangis yang tenggelam dalam lautan mimpi. Namun, apakah kamu paham tentang kalimat “Yang datang di waktu malam?”

Sesungguhnya malam itu adalah waktu yang paling nyaman. Malam ( layl, dalam bahasa arab) merupakan waktu saat matahari sudah tidak memperlihatkan dirinya atau saat posisi bumi membelakangi matahari. Sebagian orang menganggap bahwa malam adalah sesuatu yang menakjubkan dan sebagian bahkan menganggap malam itu adalah sesuatu yang menakutkan.

Pada dasarnya rasa takut muncul bukanlah karena kegelapan malam, tetapi rasa takut tersebut muncul karena sesuatu yang akan muncul dari kegelapan tersebut. Sesuatu yang muncul dari kegelapan tidaklah harus kita takutkan karena satu hal yang harus kamu sadari bahwa sebenarnya kita hidup di alam semesta yang diisi oleh kegelapan yang hampa.

Namun demikian, ketahuilah bahwa segelap-gelapnya suatu ruang pasti ada setitik cahaya di dalamnya yang justru selalu dinanti kehadirannya. Ketika kamu berjalan di malam hari kemudian melihat cakrawala hitam yang menyelimuti sebagian bumi, benda terang apa yang kamu temui di kegelapan tersebut? Jawabannya tentu bulan dan bintang. Walaupun bulan yang paling terlihat jelas dengan sinar rembulannya, tetapi bulan hanya meminjam sinar rembulannya dari sang mentari.

Benda yang bisa mengeluarkan cahayanya sendirinya adalah bintang. Bintang merupakan benda langit yang terdiri dari unsur hidrogen, helium, dan unsur unsur lainnya. Bintang kebanyakan dapat memancarkan cahayanya sendiri. Salah satu bintang yang terdekat dari bumi adalah matahari. Matahari juga termasuk salah satu bintang. Sesungguhnya bintang yang lain ukurannya sama dengan matahari, bahkan lebih besar dari matahari. Semua ini persoalan jarak.

Seperti kamu dengan dia, terpisah oleh jarak yang akhirnya menciptakan kata rindu. Jarak bintang-bintang yang kamu lihat seperti kelap-kelip lampu taman menghiasi malam dengan rasa rindu di hatimu itu pada dasarnya berjarak jutaan tahun cahaya. Oleh karena itu, bintang-bintang terlihat kecil dari bumi. Selain itu, bentuk bintang bukanlah segi sepuluh dengan lima sudut lancip yang biasa kita ilustrasikan. Bentuk bintang sesungguhnya adalah bulat.

Seluruh kegelapan yang terbentang luas di langit masih diberikan keindahan setitik cahaya yang tersebar di alam semesta. Seperti pada firman Allah Swt.,

إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِزِينَةٍ ٱلْكَوَاكِبِ

“Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang- bintang.” (QS. As-Saffat [37]: 6)

Allah telah memberikan setitik cahaya yang justru menghiasi kegelapan alam semesta. Berbicara soal cahaya bintang, cahaya bintang tidaklah hanya putih yang terlihat sejauh mata memandang atau kuning yang terlukis sejauh kita melukis.

Bintang memiliki warna biru dan memiliki suhu yang paling tinggi. Disusul warna bintang putih, kuning, jingga, dan merah dengan tingkatan suhunya masing-masing di setiap kelasnya. Lalu muncul sebuah pertanyaan kita. Apa bintang yang paling terang? Apakah “bintang” yang selalu menyinari malam-malammu dengan sleep call? Tentu tidak. Jawabannya pada firman Allah Swt.,

وَاَنَّهٗ هُوَ رَبُّ الشِّعْرٰىۙ

“Dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang syi’ra.” (QS. An-Najm [53]: 49)

Bintang yang paling terang di alam semesta adalah bintang syi’ra atau dikenal dengan nama Sirius. Bintang-bintang pada umumnya memiliki gugusan bintangnya masing-masing atau yang kita kenal dengan rasi bintang. Rasi bintang merupakan konstelasi yang membentuk konfigurasi khusus. Sampai saat ini ada 88 rasi bintang. Beberapa di antaranya yang terkenal adalah Ursa Mayor (penunjuk arah utara), Crux (penunjuk arah selatan), Orion (penunjuk arah barat), dan Scorpio (penunjuk arah timu). Jadi rasi bintang pada umumnya digunakan oleh orang-orang sebagai penunjuk di saat malam.

Hal ini telah disampaikan pada firman Allah Swt.,

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ النُّجُوْمَ لِتَهْتَدُوْا بِهَا فِيْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

“Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS. Al-An’am: 97)

Seperti kata kata ahli astronomi Islam yaitu Al-Battani mengatakan bahwa,

“Ilmu yang paling mulia kedudukannya adalah ilmu perbintangan. Sebab, dengan ilmu itu dapat diketahui lama bulan, tahun, waktu, musim, pertambahan, dan pengurangan siang ataupun malam, letak matahari dan bulan, gerhana serta jalannya planet ketika berangkat dan kembali.”

MasyaAllah. Sejauh ini kita telah mencoba membahas tentang bintang. Namun, yang masih menjadi pertanyaan adalah masih dari kalimat yang sama yaitu “Yang datang di waktu malam.” Siapa yang dimaksud dalam kalimat tersebut? Hal ini disampaikan pada firman Allah Swt.,

وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ (1) وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَاٱلطَّارِقُ (2) ٱلنَّجْمُ ٱلثَّاقِبُ 3)

“Demi langit dan yang datang pada malam hari. Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus.” (QS. At-Thariq [86]: 1-3)

Kemudian muncul pertanyaan kembali pada benak kita. Apa bintang yang cahayanya menembus? Apakah bintang Sirius? Atau bintang yang lainnya Jawaban akan hal ini akhirnya terdeskripsikan setelah astronot asal China, Yang Liwei mengaku mendengar suara ketukan yang tidak bisa dijelaskan dari angkasa luar. Pada dasarnya suara suara yang berasal dari luar angkasa tersebut adalah suara ultrasonik. Yang paling menarik di antaranya adalah sebuah bintang Pulsar. Bintang Pulsar adalah bintang neutron yang memiliki medan magnet yang kuat sehingga menghasilkan seperti denyut sinyal radio dan cahayanya menembus seperti mercusuar.

Jika kamu mencari arti dari nama At-Thariq yang diambil dari ayat pertama surat tersebut, kata ini diambil dari kata taraqa-yatruqu yang artinya mengetuk dengan keras. Inilah salah satu kebesaran
Allah. Semua yang ada di dalam Al-Qur’an satu per satu mulai terlihat. MasyaAllah.

Saat ini mungkin kita tidak terlalu bisa melihat bintang dengan jelas karena efek polusi cahaya yang membuat sepertiga belahan bumi sudah terpapar polusi cahaya. Hanya di bagian-bagian tertentu saja yang masih jelas melihat keindahan malam hari. Mungkin kita masih sedikit mengetahui rahasia angkasa luar. Masih banyak hal yang tidak kita ketahui. Namun, Al-Qur’an sebagai petunjuk jalan selalu memberikan hal yang nyata. Mungkin belum sekarang semuanya menjadi nyata, namun semuanya perlahan-lahan akan terbukti kebenarannya di masa yang akan datang. Semoga kita termasuk orang orang yang selalu berada di jalan Allah dan selalu dilindungi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin. Wallahu a’lam bishawab.[]


Photo : Pinterest
Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayagkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *