Save Our Soul

Save Our Soul

“Kita wajib menjaga diri dari kerikil-kerikil maksiat yang bertebaran. Benarlah bahwa neraka itu mudah digapai dan butuh perjuangan ekstra untuk menuju surga-Nya. Kita wajib menjaga diri dari segala bentuk kesyirikan. Kita juga mesti menjaga jiwa kita dari benih-benih erotis. So, save our soul.”


Oleh. Afiyah Rasyad
(Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

NarasIPost.Com-Tak ada kata agni dalam penghambaan diri
Bukan pula mami dengan rayuan banaspati
Leluhur dan dedemit bukan untuk dipuja-puji
Hanya satu sesembahan, Ilahi Robbi

Guys, siapa yang tak tahu film KKN di Desa Penari? Film itu dalam sekali rilis tembus tujuh juta penonton, lho! Angka fantastis memang. Film ini disebut-sebut sebagai film horor terlaris sepanjang masa. Bahkan, lirik lagu Dhat yang dibawakan oleh Kinanti disanjung puji para netizen. Hemm, sebegitu kerenkah?

Tak ada kewajiban bagi kita untuk membaca ataupun menonton kisah KKN di Desa Penari, Guys. Apalagi film itu sudah dinobatkan menjadi film horor terlaris. Kisah tersebut digambarkan bernuansa mistis. Si penari disebut-sebut sebagai lelembut di desa itu. Jika kita sampai percaya dan mengultuskannya, berabe, Guys. Kita bisa-bisa terjerumus dalam kesyirikan. Naudzubillah.

Kabarnya, dalam film tersebut juga ada adegan mesumnya, Guys. Adegan mesum sesama teman KKN dan si penari. Aish, porno jadinya. Dari adegan itu membawa petaka pada pelakunya, ada yang meninggal, ada yang gangguan jiwa. Naudzubillah.

Guys, segala aktivitas kita hukum asalnya adalah terikat pada hukum syarak. Tak ada kompromi, apa pun aktivitas kita, wajib terikat dengan hukum syarak. Maka, aktivitas membaca dan menonton kisah yang berbau mistis dan erotis harus disandarkan pada hukum syarak. Jika kisah yang dibaca atau ditonton adalah sebuah kisah yang mendorong pada kemaksiatan dan jelas berisi kemaksiatan, maka wajib ditinggalkan, Guys.

KKN di Desa Penari adalah salah satu kisah yang dikemas dengan bubuhan adegan mistis dan erotis. Hal itu berpeluang besar dalam mendorong pembaca dan penontonnya berada di suasana itu. Perbuatan zina yang dilakukan salah satu tokohnya, lalu perbuatan klenik yang juga kuat dalam kisah itu, menghalangi tiap muslim menikmatinya alias tak boleh menonton dan membacanya.

Seviral dan sefenomenal apa pun, maka kita harus menjauhkan diri kita dari membaca ataupun menonton KKN di Desa Penari, Guys! Harus kita ingat, Guys! Tolok ukur perbuatan adalah hukum syarak, bukan banyak sedikitnya orang yang melakukannya. Walau jumlah penonton film itu banyak, tak lantas menjadi hujah bagi kita untuk ikut-ikutan menontonnya. Film ataupun bacaan yang berisi kemaksiatan, baik pornoliterasi ataupun kesyirikan, maka harus kita jauhi, Guys.

Allah Ta’ala berfirman dalam surah An-Nisa’ ayat 48:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.”

Maka, jangan sampai kita ikut-ikutan baca ataupun menonton kisah mistis, Guys. Kita harus berhati-hati, khawatir kita terjerumus ke jurang kesyirikan. Sebab, tontonan bisa menjadi tuntunan. Ngeri, Guys! Belum lagi adegan tak etisnya. Kebayang ‘kan? Bagaimana seorang penari Jawa itu? Yup, mereka kembenan. Aurat yang pasti bertebaran, belum lagi adegan erotis yang disajikan.

Kita wajib menjaga diri dari kerikil-kerikil maksiat yang bertebaran. Benarlah bahwa neraka itu mudah digapai dan butuh perjuangan ekstra untuk menuju surga-Nya. Kemurnian akidah kita wajib dijaga, Guys! Sehingga jiwa kita pun terjaga. Kita wajib menjaga diri dari segala bentuk kesyirikan. Kita juga mesti menjaga jiwa kita dari benih-benih erotis. So, save our soul, Guys! Sebab, seluruh amal kita di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Wallaahu a’lam bi ash-shawab.[]


Photo : Google
Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirm tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.