Membiasakan Anak Hidup bersama Al-Qur’an

Membiasakan Anak Hidup bersama Al-Qur’an

“Sampaikan kepada anak tentang kewajiban mengamalkan dan memperjuangkan Al-Qur’an. Kepada anak juga bisa diceritakan tentang bagaimana para sahabat dulu sangat teguh berpegang pada Al-Qur’an, bagaimana mereka bersama Rasulullah sepanjang hidupnya berjuang agar Al-Qur’an tegak dalam kehidupan. Inilah cara efektif mendidik anak sejak dini menjadi mujahid pengemban dakwah.”


Oleh. Zulia Ilmawati
(Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga)

NarasiPost.ComSetiap orang tua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang saleh dan salihah. Anak saleh dan salihah merupakan harta yang paling berharga bagi orang tua. Untuk mendapatkan itu semua, tentu harus ada upaya keras dari orang tua dalam mendidik anak. Salah satu yang wajib diajarkan kepada anak adalah segala hal tentang Al-Qur’an karena ia adalah pedoman hidup manusia. Mengajari anak Al-Qur’an berarti mengajak anak untuk dekat kepada pedoman hidupnya. Dengan cara itu, mudah-mudahan kelak ketika dewasa anak-anak benar-benar dapat menjalani hidup sesuai dengan Al-Qur’an. Inilah satu-satunya jalan untuk membentuk menjadi manusia yang saleh. Tak heran bila Rasulullah saw. mengingatkan kita untuk mendidik anak dengan Al-Qur’an.

Rasulullah saw. bersabda, “Didiklah anak-anak kamu pada tiga perkara: mencintai nabi kamu, mencintai ahli baitnya dan membaca Al-Qur’an, sebab orang-orang yang memelihara Al-Qur’an itu berada dalam lindungan singgasana Allah pada hari tidak ada perlindungan selain dari pada perlindungan-Nya beserta para nabinya dan orang-orang suci.” (HR. Ath-Thabrani)

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (TQS. Al-Isra: 9)

Sejak kapan Al-Qur’an sebaiknya diajarkan pada anak? Tentu, sedini mungkin. Semakin dini semakin baik. Akan sangat bagus bila sejak anak dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu sudah terbiasa hidup bersama Al-Qur’an. Yakni ketika sang ibu yang mengandungnya, rajin membaca Al-Qur’an. Tulisan berikut akan memberikan kepada kita beberapa langkah praktis agar Al-Qur’an selalu dekat di hati anak-anak.

7M Anak Hidup Bersama Al-Qur’an

1. Mengenalkan

Saat yang paling tepat mengenalkan Al-Qur’an adalah ketika anak sudah mulai tertarik dengan buku. Hal ini penting, karena banyak orang tua yang lebih suka menyimpan Al-Qur’an di rak lemari paling atas. Sesekali perlihatkanlah Al-Qur’an kepada anak sebelum mereka mengenal buku-buku lain, apalagi buku dengan gambar-gambar yang lebih menarik. Mengenalkan Al-Qur’an juga bisa dilakukan dengan mengenalkan terlebih dulu huruf-huruf hijaiyyah. Bukan mengajarinya membaca, tetapi sekadar memperlihatkannya sebelum anak mengenal A, B, C, D. Tempelkan gambar-gambar tersebut ditempat yang sering dilihat anak.Tentu dilengkapi dengan gambar dan warna yang menarik. Dengan sering melihat, akan memancing anak untuk bertanya lebih lanjut. Saat itulah kita boleh memperkenalkan huruf-huruf Al-Qur’an.

2. Memperdengarkan

Memperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an bisa dilakukan secara langsung atau dengan memutar kaset atau CD. Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan, in syaa Allah memperdengarkan Al-Qur’an akan jauh lebih baik pengaruhnya buat bayi. Apalagi jika ibu yang membacanya sendiri. Ketika membaca Al-Qur’an, suasana hati dan pikiran ibu akan menjadi lebih khusyuk dan tenang. Kondisi seperti ini, akan sangat membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan karena secara teoritis, kondisi psikologis ibu tentu akan sangat berpengaruh pada perkembangan bayi khususnya perkembangan psikologisnya. Ibu yang sering mengalami stres, tentu akan berpengaruh buruk pada kandungannya.

Memperdengarkan Al-Qur’an bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Juga tidak mengenal batas usia anak. Untuk anak-anak yang belum bisa bicara, in syaa Allah lantunan ayat Al-Qur’an itu akan terekam dalam memorinya. Jangan heran kalau tiba-tiba si kecil lancar melafazkan surat Al-Fatihah, misalnya begitu dia bisa bicara. Untuk anak yang lebih besar, memperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an (surat-surat pendek) terbukti memudahkan anak menghafalkannya.

3. Menghafalkan

Menghafalkan Al-Qur’an bisa dimulai sejak anak lancar berbicara. Mulailah dengan surat atau ayat yang pendek. Atau potongan lafaz dari sebuah ayat (misalnya fastabiqul khayrat, hudallinnas, birrulwalidayn dan sebagainya). Menghafal bisa dilakukan dengan cara sering-sering membacakan ayat-ayat tersebut kepada anak, dan latihlah anak untuk menirukannya. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai anak hafal di luar kepala. Masa anak-anak adalah masa meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa. Orang tua harus menggunakan kesempatan ini dengan baik, jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas (golden age) pada anak.

Menghafal bisa dilakukan kapan saja. Usahakan di saat anak merasa nyaman. Walau demikian, hendaknya orang tua tetap mempunyai target baik tentang ayat atau jumlah yang akan dihafal anak. Agar anak lebih mudah mengingat, ayat yang sedang dihafal anak bisa juga sering dibaca ketika ayah menjadi imam, atau ketika naik mobil dalam perjalanan. Itu di samping agar anak tidak mudah lupa, juga membiasakan diri mengisi kesibukan dengan amalan yang bermanfaat.

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya hafalan Al-Qur’an itu lebih cepat lepasnya daripada seekor unta pada tambatannya.” (HR. Bukhari Muslim)

4. Membaca

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedang satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif lam mim adalah satu huruf. Akan tetapi Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim juga satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)

Sungguh luar biasa pahala dan kebaikan yang dijanjikan kepada siapa saja yang biasa membaca Al-Qur’an. Kepada anak, bimbing dan doronglah agar terbiasa membaca Al-Qur’an setiap hari walau cuma beberapa ayat. Orang tua penting memberikan contoh. Jadikanlah membaca Al-Qur’an, utamanya di pagi hari usai salat Subuh atau usai salat Magrib sebagai kegiatan rutin dalam keluarga. Sementara, anak-anak yang belum bisa membaca ajaklah untuk bersama-sama mendengarkan kakak-kakaknya yang sedang membaca Al-Qur’an. Orang tua punya kewajiban untuk mengajarkan kaidah-kaidah dan adab membaca Al-Qur’an.

Untuk bisa membaca Al-Qur’an, termasuk mengetahui kaidah-kaidahnya sekarang ini tidaklah sulit. Telah banyak metode yang ditawarkan untuk bisa mudah dan cepat membaca. Ada metode Iqra, Qiroati dan sebagainya. Metode-metode itu telah terbukti memudahkan ribuan anak-anak bahkan orang tua menjadi bisa membaca Al-Qur’an.

Alangkah baiknya, membaca Al-Qur’an ini dilakukan secara bersama-sama oleh anak-anak dibawah bimbingan orang tua. Ketika satu membaca, yang lain menyimaknya. Bila anak salah membaca, yang lain bisa membetulkan. Dengan cara itu, rumah akan selalu dipenuhi dengan bacaan Al-Qur’an, sehingga berkah.

5. Menulis

Belajar menulis akan mempermudah anak dalam belajar membaca Al-Qur’an. Diktekan pada anak kata-kata tertentu yang punya makna. Selain anak bisa menulis, sekaligus anak belajar bahasa Arab. Mulailah dengan kata-kata pendek. Seperti misalnya untuk mengenalkan tiga kata “alif, ba, dan dal” anak diminta menulis “a, ba da” (tolong tuliskan arabnya ya “a ba da” ) artinya diam. “Ba da a” (yang ini juga) artinya mulai, dan sebagainya. Sesekali di rumah, coba adakan lomba menulis ayat Al-Qur’an. Berilah hadiah untuk anak yang paling rapi menulis. Jika anak memiliki kemampuan yang lebih dalam menulis huruf Al-Qur’an, bisa dikembangkan lebih lanjut dengan mempelajari seni kaligrafi. Rangkaian huruf menjadi suku kata yang mengandung arti bertujuan untuk melatih anak dalam memperkaya kosa kata di samping memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya tentang setiap kata yang diucapkan, serta mengembangkan cita rasa seni mereka. Jadi, tidak hanya bertujuan mengenalkan huruf Al-Qur’an semata.

6. Mengkaji

Ajaklah anak mulai mengkaji isi Al-Qur’an. Ayah bisa memimpinnya setelah salat Magrib atau Subuh. Paling tidak seminggu sekali kajian sekeluarga ini dilakukan. Tema yang diangkat bisa saja tema-tema yang ingin disampaikan berkaitan dengan perkembangan perilaku anak selama satu minggu atau beberapa hari. Kajian bersama, dengan merujuk pada satu atau dua ayat Al-Qur’an ini sekaligus sebagai sarana tausiah untuk seluruh anggota keluarga. Atau sekali waktu, tema yang akan dikaji diserahkan kepada anak-anak.

Adakalanya anak yang diminta untuk memimpin kajian. Orang tua bisa memberi arahan atau koreksi bila ada hal-hal yang kurang tepat. Cara ini sekaligus untuk melatih keberanian anak menyampaikan isi Al-Qur’an.

7. Mengamalkan dan Memperjuangkan

Al-Qur’an tentu tidak hanya untuk dibaca, dihafal, dan dikaji. Tetapi justru yang paling penting adalah diamalkan seluruh isinya dan diperjuangkan agar Al-Qur’an benar-benar dapat menyinari kehidupan manusia. Sampaikan kepada anak tentang kewajiban mengamalkan dan memperjuangkan Al-Qur’an, maka pahala yang akan diraihnya. In syaa Allah hal ini akan memotivasi anak. Kepada anak juga bisa diceritakan tentang bagaimana para sahabat dulu sangat teguh berpegang pada Al-Qur’an serta ceritakan pula bagaimana mereka bersama Rasulullah sepanjang hidupnya berjuang agar Al-Qur’an tegak dalam kehidupan. Inilah cara efektif mendidik anak sejak dini menjadi mujahid pengemban dakwah. In syaa Allah.

Wallahu a’lam bishawab.[]


photo: Pinterest
Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirm tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.